NEW JERSEY – Chile mengulangi kisah Copa America 2015 di Argentina melalui La Roja mengalahkan sanksi yang Centenario memenangkan Copa America 2016 Amerika Serikat (AS).

Argentina sukses mengalahkan Chile 2-1 di kualifikasi Grup D tidak dapat diulang jika partai yang berkuasa, Senin (27/06/2016). Kehilangan Stadion MetLife pemain top seperti Javier Mascherano, Lionel Messi, Gonzalo Higuain dan Angel di Maria La Albiceleste tidak mampu merobek jala juara bertahan.

Pertempuran ditandai dengan pengusiran pemain berakhir tanpa gol dari kedua sisi setiap saat waktu yang teratur dan ekstra. Chile harus kehilangan amunisi Marcelo Diaz menerima kartu kuning kedua di menit ke-28. Sementara Argentina dipaksa Marcos Rojo menghasilkan kartu merah langsung di menit ke-43.

kurangnya tujuan membuat penentuan pemenang melalui adu penalti. Disinilah letak negara kemalangan Tango. Bahkan, itu akan mengambil keuntungan dari karena Arturo Vidal sebagai non-wasiat pertama menjalankan tugasnya.

Namun, Argentina kegembiraan berumur pendek. Karena, percaya Messi untuk melakukan untuk pertama kalinya, tanpa tersangka mengikuti jejak Vidal. Ya, La Pulga harus gigit jari karena memenuhi harapan.

Chili menyebabkan tendangan kemudian setelah Nicolas Castillo tidak bisa berhenti Sergio Romero. Namun, Argentina merespons melalui Mascherano. Chile terus tekanan karena Charles Aránguiz telah berhasil membuat timnya 2-1 di depan.

Sergio Aguero menempatkan Argentina sedikit rendah, karena masyarakat tidak tendangan diblok kiper Claudio Bravo membuatnya 2-2. Namun para fans bersorak kembali dengan film Chile Jean Beausejour untuk mencapai tujuan. Akibatnya, pasukan Juan Antonio Pizzi memimpin 3-2.

, yang ditakdirkan untuk juara Argentina dibuat setelah kepanikan menyebabkan tendangan gol Lucas Biglia berhasil ditangkap Bravo. Juga, Francisco Silva mimpi dikubur armada Gerardo Martino memenangkan gelar. Ya, Chili sukses mempertahankan gelar karena hukuman tembak-menembak untuk menang 4-2.

Keberhasilan Chile mengulang cerita setahun yang lalu. Mereka memenangkan Copa America pada tahun 2015, berkat kemenangan 4-1 (0-0) dalam adu penalti. Adapun Messi, hukuman terus. Striker Argentina tidak bermain untuk tim nasional ke perempat final di Argentina.

Tim
Argentina: 4-3-3

Romero; Mercado, Otamendi, Ramiro, Rojo; Mascherano, Biglia, Banega (Lamela-111); Di Maria (Kranevitter-57), Higuain (Aguero 70), Messi.
Pelatih: Gerardo Martino

Chile: 4-3-3
Bravo; Isla, Medel, Jara, Beausejour; Vidal Diaz, Aranguiz; Fuenzalida (Puch-80), Vargas (Castillo-109), Sanchez (Silva-104).
Pelatih: Juan Antonio Pizzi

Gagal Cetak Gol Saat Adu Pinalti Lionel Messi Batal Rebut Gelar Pertama